Agar Umur Menjadi Berkah


Siapa pun memiliki peluang yang sama untuk masuk surga, baik muda maupun tua. Dalam pergaulan sehari-hari kita sering menjumpai orang-orang muda yang enggan bicara akhirat karena menurut mereka itu urusan nanti kalau sudah tua. Padahal bukankah kematian bisa datang kapan saja ? Dan sebaliknya, ada banyak orang tua yang belum tergerak hatinya untuk memikirkan nasibnya di akhirat. Padahal, boleh jadi Allah Subhanahu Wata'ala panjangkan umurnya untuk memberi kesempatan agar kembali kepada-Nya. Banyak orang keliru dalam memandang umurnya. “Ada dua nikmat – kata Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam – yang membuat banyak orang tertipu karenanya yaitu kesehatan dan waktu yang luang”(1) 
Waktu yang luang itu adalah umur yang menjadi kesempatan untuk beramal soleh. Orang yang tidak menggunakan kesempatan tersebut sampai tiba kematian berarti dia tertipu dengan umurnya. Apakah Umur Bertambah atau Berkurang ? Sebelum menjawab pertanyaan diatas, menarik kita simak ilustrasi yang dibuat oleh Amir Muhammad Al Madri, penulis buku “Tsalatsuna Amalan Yuthil al-’Umur” (Tiga puluh amal yang memperpanjang umur) sebagai berikut :
Seseorang berumur 60 tahun. 20 tahun digunakannya untuk tidur dengan asumsi rata-ratatidurnya 8 jam sehari. Dipotong masa menjelang baligh biasanya 15 tahun dan waktu yang digunakan untuk makan, minum, aktifitas lainnya selama 5 tahun. Maka, secara efektif, minus usia baligh, waktu tidur, makan minum dan lain-lain, umurnya yang tersisa untuk beramal sebenarnya selama 20 tahun saja. Jadi, dari 24 jam yang tersedia hanya sekitar 30 persen saja waktu efektif kita untuk beramal. Bahkan, jika seluruh usia 60 tahun itu digunakannya untuk beramal sekalipun, maka itu sebenarnya hanya baru tiga menit untuk ukuran akhirat, karena satu hari di akhirat sama dengan 1000 tahun di dunia. Seseorang berumur 60 tahun. Jika setiap hari rata-rata satu jam waktunya hilang tanpa amal maka telah sia-sia umurnya selama 3 tahun. Kalau 2 jam maka hilang 6 tahun. Demikian seterusnya setiap kehilangan satu jam tanpa amal. Bayangkan, jika didalam waktu yang terbuang itu dia melakukan maksiat kepada Allah. Alangkah sia-sia kehidupannya. Seseorang berumur 70 tahun. Jika 2 jam setiap hari digunakannya untuk beramal, misalnya 1 jam untuk shalat lima waktu dan 1 jam lagi untuk amal soleh lainnya, maka waktupotensial untuk beramal tinggal 22 jam perhari, sama dengan 64 tahun. Hal ini berarti, 2 jam per hari yang terpakai untuk beramal selama 70 tahun, itu hanya terhitung selama 6 tahun saja !
Dari ilustrasi ini, kesannya umur itu merupakan kesempatan untuk beramal. Umur yang lama (panjang) memberi kesempatan lebih banyak untuk beramal. Umur yang pendek berarti kesempatan beramalnya lebih sedikit. Dalam hadis Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam yang sangat popular di kalangan kita dijelaskan bahwa apabila meninggal dunia maka terputuslah amal seorang hamba.
Dengan demikian, batas umur itu adalah kematian. Setiap panjang umur maka semakin dekat dengan kematian dan semakin sedikit waktu untuk beramal. “Orang yang baik diantara kamu adalah yang panjang umurnya dan paling baik amalnya”, demikian Rasulullah menegaskan (2)
Dalam konteks ini dapat dikatakan bahwa umur sebenarnya semakin hari semakin berkurang. Tetapi, siapakah yang tahu kapan akan mati ? Allah Subhanahu Wata'ala berfiman : ” (jika kamu menyembah Allah dan bertakwa kepada-Nya) niscaya Allah akan mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menangguhkan kamu sampai kepada waktu yang ditentukan. Sesungguhnya ketetapan (ajal) Allah apabila telah datang tidak dapat ditangguhkan, kalau kamu mengetahui.”.(3)
Ketetapan disini maksudnya kematian. Kita hanya tahu adanya penundaan kematian jika kita tahu kapan ajal kita datang. Kematian itu batas hidup didunia yang menjadi rahasia Allah Subhanahu Wata'ala. Tidak seorang pun yang tahu kapan dia mati. Dengan demikian, pada hakikatnya, tak seorang pun yang dapat mengatakan bahwa umurnya bertambah atau berkurang. Mengapa seorang bisa mengatakan bahwa sebuah pensil – misalnya – berubah menjadi pendek ? Karena dia tahu ukuran sebenarnya. Bagaimana mungkin suatu benda dikatakan harganya terlalu mahal atau terlalu murah kalau kita tidak tahu harga pasarannya ? Jika bilangan umur bertambah maka semakin dekat dengan kematian dan kesempatan hidup pun makin berkurang. Dengan demikian, umur kita pun pada dasarnya berkurang. Pendek kata, kematian ibarat tombol turn off bagi seorang dalam beramal. Tetapi, bila umur dipahami sebagai waktu yang terpakai untuk hidup, maka sebelum kematian datang umur dikatakan terus bertambah. Umur akan semakin bertambah sampai seseorang menemui ajalnya.
Setiap manusia pasti menemui ajal yang telah ditetapkan Allah Subhanahu Wata'ala kepadanya tanpa ada penambahan atau pengurangan sedikitpun. Inilah barangkali yang dimaksudkan oleh firman Allah Subhanahu wata'ala : “…Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.” (QS. Fathir [35] : 11) 
Doa Panjang Umur Dalam sebuah kesempatan, Rasulullah Shallahu 'alaihi Wasallam pernah mendoakan sahabat Anas bin Malik agar dilimpahkan banyak harta dan keturunan serta keberkahan dalam hidupnya. Doa beliau dikabulkan oleh Allah swt. Dalam hidupnya Anas termasuk generasi sahabat senior yang paling akhir wafat – umur beliau mencapai lebih 100 tahun – dan meninggalkan banyak harta dan anak.

Dapatkah doa memanjangkan umur atau bisakah doa menghalangi takdir ?

Seandainya seseorang yang rajin berdoa agar dipanjangkan umurnya meninggal dunia pada usia 60 tahun, darimana dia tahu bahwa seharusnya dia meninggal 5 atau 10 tahun sebelumnya ? Tentu dia tidak tahu sehingga tidak bisa berkata bahwa Allah telah memanjangkan atau memendekkan umurnya. Yang sudah pasti adalah 60 tahun merupakan umur yang telah ditakdirkan Allah kepadanya tanpa penambahan dan pengurangan sedikitpun. Kalau begitu, buat apa kita memohon agar dipanjangkan umur ? Bukankah permohonan itu sia-sia disebabkan tidak ada yang tahu batas kehidupannya? Seyogianya umur dinilai tidak sekedar dari bilangannya, melainkan dari aktifitas yang dilakukan dalam mengisi waktu hidup yang dimiliki. Dua orang yang memiliki waktu sama, 1 jam misalnya, dapat melakukan aktifitas yang berbeda, baik secara kuantitas maupun kualitasnya. Bagi seorang yang rajin dan enerjik, 8 jam kerja di kantor dapat melakukan sepuluh aktifitas, sedangkan bagi seorang pemalas, 8 jam itu bisa tak menghasilkan apa-apa. Inilah barangkali yang dinamakan waktu yang penuh keberkahan. Berkah (barokah, Arab) sejenis added value (nilai tambah). Bila segelas air yang selama ini hanya untuk menghilangkan haus, ternyata juga dapat digunakan untuk mengobati sakit kepala, maka kita menyebutnya air berkah. Jadi permohonan doa agar dipanjangkan umur itu pada dasarnya merupakan permohonan agar mendapat bimbingan (hidayah) Allah agar umur yang tersisa dapat digunakan secara optimal untuk beribadah kepada-Nya. Setiap kita memohon kepada Allah agar dipanjangkan umur, itu berarti kita selalu berupaya agar setiap detik yang berlalu dalam hidup ini senantiasa mendatangkan manfaat dan mashalahat buat kita, baik di dunia maupun di akhirat. Inilah umur yang berkah, dan keberkahan ini pula yang sebenarnya kita mohonkan kepada Allah. “Demi masa, Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran”, (QS. Al-Ashr [103] : 1-3), demikian Allah mengingatka agar Umur menjadi Berkah

Amir Muhammad Al Madri dalam kitabnya diatas menyebut ada 30 amal yang dapat dilakukan untuk menambah berkah umur. Disini kami kutipkan tiga saja, yaitu :

1) Dalam setiap aktifitas senantiasa mengharapkan ridho Allah.  
Sebagian ulama salaf berkata : “Makan, minum, tidur dan apapun yang dilakukan seorang mukmin karena ketaatan kepada Allah pasti menghasilkan pahala”. Bisa melakukan banyak hal yang bernilai pahala dalam setiap detik kehidupan membuat umur terasa panjang karena banyak manfaat yang dihasilkan.
 
2) Memelihara hubungan silaturrahim. 
Silaturrahim membuat kita akan selalu diingat orang lain, bahkan setelah meninggal dunia sekalipun. Inilah yang membuatnya seolah-olah tetap hidup. Dalam pergaulan sehari-hari mudah sekali kita berkenalan dengan banyak orang. Baru pertama berjumpa, kita saling memperkenalkan nama, tempat tinggal, pekerjaan dan lain sebagainya. Namun, kadang setelah itu kita mudah pula melupakannya. Dalam bisnis, kita perlu relasi, rekanan atau orang yang kita kenal untuk memperluas usaha. Tak jarang kita mendapatkan peluang sebagai berkah dari hubungan-hubungan seperti ini. Benarlah Rasulullah Shalallahu'alaihi Wasallam dengan sabdanya : “Siapa yang ingin dipanjangkan sisa umurnya dan diluaskan rezekinya maka hendaklah ia menjalin silaturrahim”.(4)
 
3) Berakhlak baik. 
Orang baik pasti disenangi banyak orang. Dalam setiap pergaulan ia mudah diterima, namanya sering disebut dan diberi kesempatan. Kehadirannya dinantikan dan ketiadaannya dipertanyakan. Keadaan ini membuatnya senantiasa hidup sekalipun nanti setelah wafat. Inilah yang membuatnya seolah berumur panjang (berkah). It’s nice to be a important but it’s important to be nice (Memang baik jadi orang
penting namun jauh lebih penting menjadi orang baik) Kita tentu kenal ungkapan
ini. Jauh sebelum adanya ungkapan ini, Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wasallam pernah bersabda :
“Sesungguhnya kamu tidak akan bisa membahagiakan semua orang dengan
seluruh hartamu. (Tetapi) Bahagiakanlah mereka dengan wajah lembut dan
kebaikan akhlakmu”.(5)
Source :
1.Hadis riwayat Bukhari dari Ibnu Abbas
2.Hadis riwayat Imam Ahmad dari Abu Hurairah
3.QS. Nuh (71) : 4
4.Hadis riwayat Muttafaq alaih.
5.Hadis riwayat dari Abu Hurairah. Menurut al-Hakim hadis ini sahih. Lihat Al-Mustadrak ala as-
hahihain, Juz 1 hal. 201, Nomor : 427-428.

Subscribe to receive free email updates:

Faedah

Kumpulan ceramah MP3 kajian ilmiah

Kumpulan ceramah MP3 kajian ilmiah tentang Terorisme, Demokrasi, Daulah Islamiyyah, Wahabisme, Jihad Islam, Solusi, Golongan yang Selamat dan Penjelasan tentang apa itu Salafi/salafy.

Terorisme

  1. Baca Tempatmu Sebelum Engkau Meledakkan, oleh Ustadz Abu Zubair Al-Hawaary
  2. Terorisme dalam Timbangan Syariat Islam, oleh Syaikh Prof DR Abdur Rozzaq Al Badr
  3. Membongkar Teroris Berkedok Islam, oleh Syaikh Musa alu Nasr
  4. Islam Membawa Kedamaian Bukan Teror, oleh Ustadz Dzkulkarnain
  5. Menyingkap Syubhat Terorisme dan Wahabisme Terhadap Dakwah Ahlus Sunnah, oleh Ustadz Abu Qatadah
  6. Islam Anti Teroris, oleh Ustadz Abu Qotadah
  7. Hukum Bom Bunuh Diri, oleh Ustadz Badrusalam
  8. Islam bukan Teroris, oleh Ustadz Zainal Abidin Syamsudin
  9. Jihad dan Terorisme, oleh Markaz Albani
  10. Neo Khawarij, oleh Ustadz Abu Abdil Muhsin Firanda
  11. Terorisme dan Jihad, oleh Ustadz Abu Haidar
  12. Membongkar Akar Kesesatan Teroris, oleh Ustadz Abdurahman Thoyyib
  13. Tanya Jawab Tentang Terorisme, oleh Ustadz Abu Abdil Muhsin Firanda
  14. Apakah Teroris dan Bom Bunuh diri Itu Termasuk Dosa Besar, oleh Ustadz Zainal Abidin Syamsudin

Jihad

  1. Apa Makna Jihad dan Apakah Menafkahi Keluarga Termasuk Jihad? oleh Ustadz Zainal Abidin
  2. Kedudukan Jihad, oleh Ustadz Yazid Jawas
  3. Hukum dan Kaidah Jihad, oleh Ustadz Ali Musri
  4. Meluruskan Pemahaman Jihad, oleh Ustadz Zainal Abidin Syamsudin

Wahabisme

  1. Apa itu Wahabi, oleh Ustadz Zainal Abidin Syamsudin
  2. Sejarah Wahhabi, oleh Ustadz Zainal Abidin Syamsudin
  3. Meluruskan Sejarah Wahhabi oleh Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawy
  4. Apa Itu Wahabi, oleh Ustadz Dr. Ali Musri, MA
  5. Menyingkap Syubhat Terorisme dan Wahabisme Terhadap Dakwah AhlusSunnah, oleh Ustadz Abu Qatadah
  6. Pro Kontra Dakwah Wahhabi, oleh Ustadz Badrusalam
  7. E-Book The Wahhabi Myth – Menyingkap Mitos Wahhabi, Penulis : Haneef James Oliver

Demokrasi dan Daulah Islamiyyah

  1. Hukum Demokrasi dan Seputar Daulah, oleh Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat
  2. Haruskah tinggalkan Demokrasi, oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary
  3. Masalah Pemilu oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsari
  4. Manhaj Ahlussunnah Dalam Berinteraksi Dengan Penguasa, oleh Ustadz Zainal Abidin Syamsudin

Solusi Untuk Kejayaan Ummat

  1. Meraih Kembali Kejayaan Islam, oleh Ustadz Zainal Abidin Syamsudin
  2. Menyongsong Kejayaan Ummat Islam, oleh Ustadz Abu Qatadah
  3. Solusi Menghadapi Fitnah, oleh Ustadz Zainal Abidin Syamsudin
  4. Jalan Meraih Kemuliaan, oleh Ustadz Abu Haidar
  5. Tasfiyah Wa Tarbiyah, oleh Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat

Jalan Kebenaran Hanyalah Satu

  1. Jalan Golongan yang Selamat, oleh Ustadz Yazid Jawas
  2. Golongan Selamat (Firqotun Najiyah), oleh Ustadz Abu Qatadah
  3. Hanya yang Mengikuti Jalan Hidup Nabi dan Sahabat yang Benar, Merekalah yang Pantas Masuk Surga, oleh Ustadz Abdul Haq

Siapakah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, Golongan yang Mendapat Pertolongan

  1. Ahlus Sunnah Wal Jamaah, oleh Ustadz Yazid Jawas
  2. Aqidah Ahlussunnah & Jama’ah, oleh Ustadz Zainal Abidin Syamsudin
  3. Pengertian dan Makna As Sunnah, oleh Ustadz Yazid Jawas
  4. Gigitlah Sunnah, oleh Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat
  5. Hakikat Manhaj Ahlussunnah Wal Jamah, oleh Ustadz Firdaus Sanusi
  6. Kembali Kepada Al-Quran dan As-Sunnah, oleh Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat
  7. Iman menurut Ahlus Sunnah wal Jama’ah, oleh Ustadz Zainal Abidin Syamsudin
  8. Karakteristik Ahlus Sunnah Wal Jamaah, oleh Ustadz Arif Syarifuddin

Apa itu Salafi/Salaf/Salafy

  1. Salaf itu Apa ? oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary
  2. Arti salaf dan kewajiban mengikutinya, oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary
  3. Apakah salafi golongan, oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary
  4. 6 Pilar Dakwah Salafiyah, oleh Ustadz Abu Qotadah
  5. Mengapa Memilih Manhaj Salaf oleh Ustadz Aunur Rafiq
  6. Mengapa Harus Manhaj Salaf, oleh Ustadz Abu Haidar
  7. Mengenal Salafiyyah Dari Dekat, oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary
  8. Benarkah Salafiyiin itu Anti Persatuan, oleh Ustadz Yazid Jawas
  9. Apa yang Dimaksud Salafiyah itu Bagaimana ciri-cirinya dan Wajibkah Mengikutinya
  10. Buku Putih Dakwah Salafiah, oleh Ustadz Zainal Abidin Syamsudin
  11. Manhaj Salaf oleh Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat
  12. Membantah Tuduhan Terhadap Subhat Salaf, oleh Ustadz Zainal Abidin Syamsudin
  13. Syubhat Buku Beda Salaf dengan Salafy, oleh Ustadz Zainal Abidin Syamsudin

Pengajian Agama untuk Pemula

Ceramah-ceramah MP3 pendidikan agama Islam yang berguna bagi pemula yang ingin mendalami Agama Islam secara benar sesuai dengan Al-Quran dan Sunnah.

Tauhid – Aqidah

  1. Apa Itu Islam, Iman dan Ihsan, oleh Ustadz Armen Halim Naro, Rahimahullah
  2. Kalimat Tauhid La Illaha Illallah, Ustadz Abdurrahman Thayyib
  3. Tauhid Pemula, Ustadz Agus Hasan Bashori
  4. Makna Syahadat, oleh Ustadz Ahmad Rafi’i
  5. Dasar – Dasar Aqidah, oleh Ustadz Zainal Abidin Syamsudin
  6. Cara Mudah Memahami Tauhid, oleh Ustadz Abu Qatadah
  7. Kiat Ikhlas, oleh Ustadz Abdullah Taslim, MA
  8. Dimana Allah? oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary
  9. Tiga Landasan Utama, oleh Ustadz Yazid Jawas
  10. Syarah Al-Aqidah Ath-Thahawiyah, oleh Ustadz Abdullah Hadrami

Keimanan

  1. Cabang-Cabang Keimanan, oleh Syaikh Prof DR Abdur Rozzaq Al Badr
  2. Iman Bertambah dan Berkurang, oleh Ustadz Zainal Abidin
  3. Iman menurut Ahlus Sunnah wal Jama’ah, Zainal Abidin Syamsudin
  4. Mencintai Keimanan, oleh Ustadz Abu Zubair Al-Hawaari
  5. Mengamalkan Rukun Islam dan Iman, oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary
  6. Pembatal Keimanan, oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary
  7. Sebab-sebab Naik dan Turunnya Keimanan seorang Hamba, oleh Ustadz Abu Qotadah
  8. Sebab-Sebab Turunnya Iman, oleh Syaikh Prof DR Abdur Rozzaq Al Badr
  9. Sebab-Sebab Bertambahnya Iman, oleh Syaikh Prof DR Abdur Rozzaq Al Badr
  10. Terapi Mengatasi Lemah Iman, oleh Ustadz Abu Haidar

Rukun Iman

  1. Penjelasan Rukun Iman, oleh Ustadz Abu Haidar
  2. Iman Kepada Allah, Ustadz Yazid Jawas
  3. Iman Kepada Allah dan Hikmahnya, oleh Ustadz Yazid Jawas
  4. Iman Kepada para Rosul, oleh Ustadz Yazid Jawas
  5. Iman Kepada Malaikat, oleh Ustadz Yazid Jawas
  6. Iman kepada Hari Akhir, oleh Ustadz Yazid Jawas
  7. Iman Kepada Hari Kiamat, oleh Syaikh Prof DR Abdur Rozzaq Al Badr
  8. Iman Kepada Takdir Yang Baik dan Buruk, oleh Ustadz Abdullah Taslim
  9. Iman Kepada Takdir, oleh Ustadz Abu Haidar
  10. Rukun Iman (Syarah Ushul Iman), oleh Ustadz Abdullah Hadrami

Sunnah

  1. Adab Menjaga Sunnah, oleh Ustadz Armen Halim Naro, Rahimahullah
  2. Aqidah Ahlussunnah Wal Jamaa’ah, oleh Ustadz Ahmad Rafi’i
  3. Nikmatnya Belajar Ilmu Sunnah, oleh Ustadz Abdullah Taslim

Fiqih

  1. Perlukah Kita Bermadzhab? oleh Ustadz Musyaffa’ Ad-Dariny
  2. Sifat Wudhu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, oleh Ustadz Abu Qotadah
  3. Sifat Sholat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, oleh Ustadz Dzulkarnaen

Pentingnya Ilmu Agama

  1. Keutamaan Ilmu, oleh Ustadz Abdullah Taslim
  2. Keutamaan Mempelajari Ilmu Agama, oleh Ustadz Zainal Abidin
  3. Keutamaan Ilmu, oleh Syaikh Prof DR Abdur Rozzaq Al Badr
  4. Bingkisan Bagi Perindu Surga, oleh Ustadz Abdullah Taslim
  5. Indahnya Taman Ilmu, oleh Ustadz Abdullah Taslim
  6. Keutamaan Menuntut Ilmu, oleh Ustadz Firanda Andirja
  7. Keutamaan Menuntut Ilmu, oleh Ustadz Yazid Jawas
  8. Keutamaan Menuntut Ilmu dan Mengajarkannya, oleh Ustadz Abu Haidar
  9. Kobarkan Semangat Menuntut Ilmu di Hatimu, oleh Ustadz Abu Isa
  10. Ilmu, oleh Ustadz Abu Haidar
  11. Adab dan Akhlak Penuntut Ilmu, oleh Ustadz Yazid Jawas
  12. Adab Menuntut Ilmu, oleh Abdurahman Thayib
  13. Adab-adab Dalam Menuntut Ilmu, oleh Ustadz Muhammad Nur Ihsan
  14. Ciri-Ciri Ilmu yg Bermanfaat, oleh Ustadz Abu Ihsan al-Atsary
  15. Ilmu & Dajjal, oleh Ustadz Armen Halim Naro
  16. Faedah 6 Syarat Memperoleh Ilmu, oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary
  17. Ilmu Syari Penangkal Aliran Sesat, oleh Ustadz Ali Nur
  18. Ilmu, Amal, Dakwah & Istiqomah, oleh Ustadz Yazid Jawas
  19. Islam Dibangun Diatas Ilmu, oleh Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat
  20. Jangan Bosan Menuntut Ilmu, oleh Ustadz Abdullah Taslim
  21. Keagungan Ilmu dan Alquran, oleh Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat
  22. Keutamaan Dakwah diatas Ilmu, oleh Ustadz Firanda Andirja
  23. Nasihat Bagi Penuntut Ilmu dan Pemuda, oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary
  24. Pentingnya Mengamalkan Ilmu, oleh Ustadz Firanda Andirja

Takdir

  1. Beriman dengan Takdir Allah, oleh Ustadz Abdurahman Thayyib
  2. Iman Kapada Takdir, oleh Syaikh Prof DR Abdur Rozzaq Al Badr

Dosa dan Maksiat

  1. Dosa dan Dampak Negatifnya, oleh Ustadz Abu Umar Basyier
  2. Dosa-dosa besar, oleh Ustadz Yazid Jawas
  3. Kiat-kiat menjaga diri dari gangguan syaitan, oleh Ustadz Arman Bin Amri

Muamalah

  1. Arti dan Konsekuensi Amanat, oleh Ustadz Agus Hasan Bashori
  2. Menggapai Surga dengan Akhlaq Mulia, oleh Ustadz Abu Qatadah

Kehidupan Akhirat

  1. Dzikrul Maut (mengingat kematian), oleh Ustadz Qurtifa Wijaya
  2. Rintangan setelah kematian, oleh Ustadz Zaenal Abidin Syamsudin
  3. Jagalah Dirimu dan Keluargamu dari Api Neraka, oleh Ustadz Yazid Jawas