Dunia ini penjaranya bagi orang mukmin dan surganya bagi orang kafir
Maksudnya ...
Ketika ada orang Yahudi penjual minyak, yang dulu penjual minyak itu artinya rendahan, kuluprut .... dia kemana mana dorong atau ngantarkan minyak, kotor, rekosoo ..... Kemudian waktu itu dia melihat Ibn Hajar Al-asqolani seorang qodhi Mesir, pakaiannya bagus, kendaraannya bagus, pergi kekantor dalam keadaan bersih bagus ... Maka orang Yahudi tersebut bilang ... sebentar .. Nabimu Mengatakan "Addunyaa sijnul mukmin wa jannatul kaafiir" koq saya seperti ini, penjual minyak, keeree .. kemudian rekosoo ... Anda, bersih, enaak .. bagaimana ini hadits kata Nabimu seperti itu Addunyaa sijnul mukmin wajannatul kaafir ???
Apa kata Ibn Hajar Al-asqalaani ..
Beliau menjawab "Iyaa .... sayaa, yang kayak gini dibandingkan dengan surga Allah yang di sediakan nanti .. PENJARAA !!! tidak ada apa - apanya & sangat jauh perbandingannya, & anda seperti itu dibandingkan dengan neraka yang di sediakan Allah bagi orang kafir adalah JANNAH !!! Maka si yahudi bersyahadat menyatakan Masuk Islam.
Maka ... Seenak - enaknya kaum mukmin di dunia tempat yang tidak sebanding sama sekali dengan surga yang disediakan Allah Subhanahu Wata'ala, selain di dunia penuh dengan apa yang diaturkan Allah penuh hudud yakni batasan-batasan Allah Subhanahu Wata'ala.
Akan tetapi Orang kafir, dia hidup tanpa aturan menurut hawa nafsu mereka semaunya apa yang dia inginkan. Dan sesengsara - sengsaranya orang kafir didunia tidak lebih sengsara dibandingkan akhirat ketika disediakan Allah bagi mereka neraka ....
Wal'iyaadzubillah, ketika berlindung darinya.
*Faidah Kajian Ustadz Afifi Abdul Wadud Hafizhahullahu Ta'ala
